"Doakan Kami di Tengah Wabah Virus Corona" Tulisan Pastor Dari Wuhan

oleh Administrator, 22 Apr 2020 - 05:05 AM, dilihat 142 kali

Seorang pastor dari Wuhan, kota di wilayah Hubei, China di mana asalnya virus corona, telah menulis sepucuk surat yang panjang memohon doa. Pastor itu memohon agar orang-orang percaya akan berdoa bukan saja agar Tuhan melindungi orang ramai dari penyakit itu tetapi juga agar Dia membawa kedamaian kepada mereka yang sedang menderita semasa ujian ini.

"Keadaannya kritikal," tulisnya, "namun begitu (kami) percaya pada janji-janji Tuhan, bahwa rancangan-Nya terhadap kami adalah damai sejahtera dan bukannya kecelakaan (Yer 29:11), dan bahwa Dia mengizinkan suatu pencobaan, bukan untuk membinasakan kami, tetapi untuk meneguhkan kami. Dengan itu, orang-orang Kristen bukan saja menderita bersama orang-orang di kota ini tetapi memiliki tanggungjawab untuk berdoa bagi mereka di kota ini yang ketakutan, dan membawa mereka kepada damai Kristus."

Surat itu telah diterbitkan di China Source 23 Januari 2020 dan telah ditandatangani oleh seseorang yang hanya mengenalkan diri sebagai "Pastor dari Wuhan." Pada permulaan surat itu, pastor itu mengatakan bahwa virus corona itu sering terlintas di pikirannya.

Dia senantiasa khawatir atau keselamatan anggota-anggota gerejanya dan berharap mereka akan bertahan dalam "kesaksian mereka yang setia" terhadap Kristus. Pastor itu memberikan banyak kata-kata yang mendorong kepada mereka yang merasa takut dan kecewa karena virus itu.

Pertama, dia berkata Yesus telah membawa damai untuk pengikut-pengikut-Nya melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Melalui kuasa-Nya, Dia telah mengalahkan penyakit dan maut. Jika bukan karena pekerjaan Kristus, kita akan menjadi seperti dunia dan akan hilang pengharapan ketika berhadapan dengan maut."

Tetapi mereka yang telah percaya pada Kristus dapat merasa terjamin bahwa "wabah berbahaya Wuhan ini tidak dapat memisahkan kita daripada kasih Kristus... Oleh itu Kristus beserta kita sambil kita menghadapi wabah berbahaya di kota ini; wabah ini tidak dapat membinasakan kita. Jika kita mati dalam wabah berbahaya ini, adalah kesempatan untuk bersaksi bagi Kristus, dan lebih lagi untuk memasuki kemuliaan-Nya."

Pastor itu menyerukan kepada mereka yang kekurangan damai untuk merenungkan beberapa ayat Alkitab yang telah dituliskannya dalam suratnya dan untuk berdoa, memohon kepada Tuhan untuk pertolongan. "Kita mesti sadari, bahwa ini bukan hanya suatu bencana yang dapat dilihat, tetapi lebih lagi adalah suatu pergelutan rohani. Pertama kita harus berjuang untuk mempertahankan hati kita, dan yang kedua berdoa untuk jiwa di kota ini."

Pastor itu menekankan bahwa virus corona ini tidak terjadi di luar kehendak Tuhan, dan membandingkan orang-orang percaya di Wuhan dengan Abraham dan Yunus dan usaha-usaha mereka bagi pihak masing-masing Sodom dan Gomora serta Niniwe. "Kita adalah Abraham dan Yunus untuk kota ini," katanya. "Kita mesti berdoa untuk rahmat Tuhan bagi kota ini, dan membawakan damai ke kota ini melalui doa dan kesaksian kita."

Mereka yang tidak rasa tergerak akan keadaan di Wuhan, kata pastor itu, harus berseru kepada Tuhan untuk mengubah hati mereka. "Jika anda tidak rasa bertanggungjawab untuk berdoa, " kata pastor itu, "mintalah kepada Tuhan untuk memiliki jiwa yang penyayang, hati yang berdoa dengan ikhlas; jika anda tidak menangis, mintalah kepada Tuhan untuk air mata. Sebabnya kita tahu bahwa pastinya hanya melalui harapan pada rahmat Tuhan, kota ini akan diselamatkan." (Dipetik dan diterjemahkan daripada artikel hurch Leaders bertajuk, "Wuhan Pastor: The Coronavirus Fight Is Also A Spiritual Battle" yang ditulis oleh Jessica Mouser 5 Februari 2020/c).

Sumber: https://hariansib.com/Agama-Kristen/--quot-Doakan-Kami-di-Tengah-Wabah-Virus-Corona-quot-

Tags:
Pandemi Covid19
Iman
Doa
Berikan Komentar: (Max. panjang karakter 255 huruf)

Kesaksian Lainnya

© Kidung Online 2012 - 2020. All Rights Reserved.
Lovingly made in Indonesia. About us | Disclaimer | Contact